Pengelolaan Sampah Berbasis Bank Sampah Dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Karangpule Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga

Authors

  • Nur Anwar Muqhits Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Diantikasari Agrianingsih Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Zahrotul Karimah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Luluul Hudzaifah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Mizania Rahma Adilla Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Atik Sulistiawati Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Eli Rahmawati Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Muhammad Bagas Adi Nugroho Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Erina Khotimatun Nisa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Irma Dwi Tantri Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61924/insanta.v4i2.231

Keywords:

Bank Sampah, Pengelolaan Sampah, Asset-Based Community Development (ABCD), Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Permasalahan sampah merupakan isu lingkungan yang berdampak hingga tingkat pedesaan. Di Desa Karangpule, sampah rumah tangga menjadi sumber utama yang memerlukan pengelolaan efektif dan berkelanjutan. Desa telah menerapkan sistem bank sampah dengan iuran Rp20.000 per bulan dan pengambilan dua kali seminggu sebagai bentuk kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala. Sampah yang dikumpulkan sebagian besar hanya dipindahkan ke lahan kosong tanpa proses pemilahan dan pengolahan optimal. Pola ini masih bersifat linear yang dimulaiĀ  dari proses kumpulkan, angkut, buang sehingga belum mencerminkan prinsip pengelolaan sirkular. Mahasiswa KKN Kelompok 23 melakukan pendampingan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang menekankan penguatan aset lokal. Budaya gotong royong, peran aktif PKK, dan dukungan pemerintah desa menjadi modal utama. Program difokuskan pada edukasi pemilahan sampah sejak rumah tangga. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi produk seperti lilin dan pengharum ruangan, sedangkan sampah nonorganik dipilah agar bernilai jual atau diolah menjadi kerajinan. Integrasi bank sampah dan pendekatan ABCD diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan berbasis komunitas yang lebih partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Published

2026-04-29

How to Cite

Muqhits, N. A., Agrianingsih, D., Karimah, Z., Hudzaifah, L., Adilla, M. R., Sulistiawati, A., Rahmawati, E., Nugroho, M. B. A., Nisa, E. K., & Tantri, I. D. (2026). Pengelolaan Sampah Berbasis Bank Sampah Dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Karangpule Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga. Insanta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 116-130. https://doi.org/10.61924/insanta.v4i2.231