Pengelolaan Sampah Berbasis Bank Sampah Dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Karangpule Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga
DOI:
https://doi.org/10.61924/insanta.v4i2.231Keywords:
Bank Sampah, Pengelolaan Sampah, Asset-Based Community Development (ABCD), Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Permasalahan sampah merupakan isu lingkungan yang berdampak hingga tingkat pedesaan. Di Desa Karangpule, sampah rumah tangga menjadi sumber utama yang memerlukan pengelolaan efektif dan berkelanjutan. Desa telah menerapkan sistem bank sampah dengan iuran Rp20.000 per bulan dan pengambilan dua kali seminggu sebagai bentuk kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala. Sampah yang dikumpulkan sebagian besar hanya dipindahkan ke lahan kosong tanpa proses pemilahan dan pengolahan optimal. Pola ini masih bersifat linear yang dimulaiĀ dari proses kumpulkan, angkut, buang sehingga belum mencerminkan prinsip pengelolaan sirkular. Mahasiswa KKN Kelompok 23 melakukan pendampingan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang menekankan penguatan aset lokal. Budaya gotong royong, peran aktif PKK, dan dukungan pemerintah desa menjadi modal utama. Program difokuskan pada edukasi pemilahan sampah sejak rumah tangga. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi produk seperti lilin dan pengharum ruangan, sedangkan sampah nonorganik dipilah agar bernilai jual atau diolah menjadi kerajinan. Integrasi bank sampah dan pendekatan ABCD diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan berbasis komunitas yang lebih partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Nur Anwar Muqhits, Diantikasari Agrianingsih, Zahrotul Karimah, Luluul Hudzaifah, Mizania Rahma Adilla, Atik Sulistiawati, Eli Rahmawati, Muhammad Bagas Adi Nugroho, Erina Khotimatun Nisa, Irma Dwi Tantri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






